Assalamu alaikum wr.wb
yang sedang
viral adalah pernyataan mentri
agama gus ya’qut kholil qaumas yang menghebohkan jagat dunia
maya tanah air Indonesia, beredar video beliau
yang menyamakan atau membandingkan adzan dangan suara anjing yang menggonggong.
Sontak statement beliau ini mendapat respon yang keras dari berbagai lapisan masyarakat. sebaliknya yang membela beliaupun juga banyak. Saya tumbuh besar dikalangan nu dan
paman saya juga seorang ketua banser dikecamatan saya, akan tetapi khusus
masalah ini setelah saya melihat videonya agaknya beliau dalam mengolah perkataannya dan menata diksi yang dipakai kurang
tepat atau salah.
Mungkin maksud beliau sebenarnya tidak seperti
itu, tapi videonya sudah terlanjur viral maka ada baiknya
beliau melakukan jumpa pers dan meminta maaf sepada seluruh umat islam
diindonesia terlepas salah atau tidak salah. Karena pejabat seharusnya mencontohkan hal
yang baik untuk rakyat jelata. Para pejabat diindonesia memang sangat
susah sekali mau minta maaf. ego mereka terlalu tinggi. Saya
membandingkan dengan para pejabat yang ada dinegera maju walaupun sebagian
besar diantara mereka adalah non muslim tapi akhlak dan prilaku mereka
islami, jika salah tidak segan segan minta maaf bahkan tidak segan segan
mengundurkan diri. Mental seperti
ini yang tidak dimiliki oleh pejabat diindonesia. Saya tidak ingin ngomong terlalu panjang
lebar, saya hanya ingin mencerna perkataan beiau ini dengan kacamata ilmu
balaghah. Kalau berdasarkan ilmu balaghah maka pernyataan beliau ini tidak
tepat. Begini penjelasannya.
Dalam sastra
arab membandingkan atau menyerupakan antara suatu lafadz dengan lafadz yang lain disebut tasbih[1].
Dan itu harus memenuhi 4 ayarat.
1. adanya
musyabah مشبه
(lafadz yang mau diserupakan / lafadz pertama)
2. adanya
musyabah bih مشبه به (lafadz yang diserupakan dengan lafadz pertamalafadz
kedua)
3. adatut
tasbih أداة التشبيه: alat penyerupaan contohnya: seperti, semisal, misalnya
4. wajhu tasbih وجه التشيه
(titik kesamaan antara kedualafadz tersebut)
Contoh :في الهداية العلم كالنور (ilmu seperti cahaya
didalam sama-sama memberikan petunjuk)
Pada contoh
diatas (في
الهداية العلم
كالنور) sudah terkumpul semua
rukunnya tasbih yaitu : lafadz العلم adalah musyabah, lafadz النور adalah musyabah bih,
lafadz الهداية adalah wajah tasbih dan
huruf ك adalah adat tasbih. Oke
kita kembali keanalogi pa menag. disitu tidak ada wajah sibehnya (tidak ada unsur
kesamaan diantara adzan dan suara gonggongan anjing). Adzan adalah panggilan
untuk sholat menghadap allah swt dan gonggongan anjing adalah suara dari
binatang yang dihukumi najis oleh sebagian ulama islam, bagaimana dan dimana
unsur kesamaannya. Bagamana bisa seorang mentri agama menyamakan kedua hal
tersebut. Yang satu kalimat sakral dan suci dan yang satu suara dari binatang
yang najiz.
Semoga masalah ini cepat selesai dan sebaiknya tidak usah membela diri. Minta maaf lebih bagus.
تشبيهنا دلالة على اشتراك أمرين في معنى بآلة اتاك
Tasbih menurut kami (ulama balaghah)
adalah sesuatu yang menunjukan persamaan diantara dua lafadz (musyabah dan
musyabah bih) dari segi maknanya dengan menggunakan alat tasbih.
