Comments

{getWidget} $results={3} $label={comments} $type={list1}
Makhluk pertama yang diciptakan tuhan

By On Rabu, Februari 01, 2023

Daftar isi

 

Daftar isi 1

A. Pendahuluan. 1

B. Makhluk pertama yang diciptakan oleh allah swt 3

1. pendapat pertama adalah Nur Muhammmad. 4

2. pendapat kedua adalah Al-Qolam.. 5

3. Pendapat ketiga adalah Air. 7

4. Pendapat keempat adalah Arsy. 8

C. kesimpulan. 9

 

 

A. Pendahuluan

Assalamu alaikum warohmatullah hiwabarokaatuh. sahabat semua, Jika kita bertanya bagaimana alam semesta terbentuk, maka jawaban yang paling sering kita dengar adalah alam semesta terbentuk sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu, lewat sebuah proses yang disebut ledakan besar /bigbang. Dimana pada awalnya alam semesta itu berkumpul pada satu titik kecil yang sangat padat dan panas, lalu meledak dengan sangat dahsyat dan kemudian mengembang hingga terbentuklah alam semesta seperti yang kita lihat sekarang ini.

 

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuan dan sekaligus seorang biarawan Katolik yang bernama Georges Lemaître, kemudian teori ini semakin populer setelah ditemukanya teleskop hubble yang mana alam semesta ketika diamati dengan teleskop ini, ternyata jaraknya saling menjauh satu sama lain,

 

debu debu alam semesta atau nebula yang pada awalnya dikira hanya debu biasa, ternyata adalah kumpulan galaksi yang sangat banyak yang saling menjauh satu sama lain.

 

Nah Jika benda benda dialam semesta ini ternyata saling menjauh satu sama lain, bahkan dengan kecepatan yang terus meningkat, maka dahulu benda benda tersebut, pernah berkumpul pada satu titik kemudian meledak dan terus mengembang hingga sekarang ini. Itulah bukti paling meyakinkan akan kebenaran teori bigbang ini.

 

Kemudian jika alam semesta terbentuk melalui ledakan besar yang disebut bigbang, terus pertanyaanya kira-kira makhluk apakah yang pertama diciptakan oleh Tuhan…?

 

Kalau pertanyaanya demikian, maka pertanyaan ini bukan wilayahnya ilmu pengetahuan, akan tetapi sudah masuk wilayah keimanan atau agama. Nah tulisan ini akan membahas tentang  makhluk yang pertama kali diciptakan tuhan dari sudut pandang agama islam. Oke langsung saja kita simak penjelasanya.

 

B. Makhluk pertama yang diciptakan oleh allah swt

 

Ada banyak pendapat mengenai makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah swt. ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa, makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah swt  adalah nur Muhammad/cahaya nabi Muhammad, sebagian ulama yang lain berpendapat  makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah swt adalah al-Qalam/pena,

 

pendapat lain mengatakan makhluk pertama yang diciptakan oleh allah swt adalah air, lalu ada juga yang berpendapat makhluk pertama yang diciptakan oleh allah swt adalah Arsyi/singgasana tuhan. Nah dari keempat pendapat ini, mari kita lihat dalil atau argumentasinya masing-masing.

 

1. pendapat pertama adalah Nur Muhammmad

 

Pendapat pertama mengatakan bahwa, makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah swt adalah Nur Muhammad. pendapat ini kebanyakan dipercayai oleh golongan kaum sufi. Salah satu redaksi yang menyebutkan pendapat ini yaitu ada didalam kitab biharul anwar. Berikut kutipanya :

 

أول ما خلق الله نوري , ففتق منه نور علي , ثم خلق العرش واللوح , والشمس وضوء النهار , ونور الأبصار والعقل والمعرفة 

Artinya: "Hal pertama yang Allah SWT ciptakan adalah cahayaku, lalu muncul darinya cahaya ali, lalu allah menciptakan 'Arsy dan Lauh mahfudz, kemudian matahari dan siang hari, kemudian cahaya penglihatan, akal dan pengetahuan."

 

Adapun dalil yang mengdukung pendapat ini adalah sebuah riwayat oleh Ibnu 'Asaakir dalam kitabnya Taariikh Dimasyq walaupun setelah diteliti, riwayat ini lemah Bunyinya seperti ini :

لولاك لولاك يا محمد لما خلقت الأفلاك

Artinya: Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini.

 

2. pendapat kedua adalah Al-Qolam

 

Pendapat kedua mengatakan bahwa, makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah adalah Al-Qalam. Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama Ahlusunnah wal Jama’ah seperti yang disebutkan oleh Imam Abu Ja’far At-Thabari didalam kitab Tarikhnya. Beliau menyebutkan haditas-hadits terkait hal ini dengan berbagi redaksi yang mirip mirip. Salah satu hadits tersebut redaksinya seperti ini:

 

حدثني واصل بن عبد الأعلى الأسدي قال حدثنا محمد بن فضيل عن الأعمش عن أبي ظبيان عن إبن عباس قال أول ما خلق الله من شيء القلم فقال له أكتب فقال وما أكتب يا رب قال أكتب القدَر قال فجرى القلم بما هو كائن من ذلك إلى قيام الساعة ثم رُفع بخار الماء ففتق منه السموات

Artinya: Diriwayatkan kepadaku dari Washil bin Abdil  A’la Al asadi, dari Muhammad bin Fudhail, dari Al A’masy, dari Abu Zhabyan, dari lbnu Abbas, dia berkata: Makhluk pertarna yang diciptakan oleh Allah adalah AI Qalam, lalu Allah berfirman kepadanya, " Menulislah…!' Qalam pun bertanya, 'Apakah yang harus aku tuliskan wahai Tuhanku?" Allah berfirman lagi, " Tulislah takdir dari-Ku."

 

Lalu Qalam pun menuliskan apa saja yang akan terjadi dari saat itu hingga hari kiamat. Kemudian terangkatlah uap air dan uap itu mernbelah langit-langit. (H.R. Al-Hakim, Al-baihaqi, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Abi ‘Ashim, Al-Ajurry dan Ahmad)

 

3. Pendapat ketiga adalah Air

 

pendapat ketiga mengatakan bahwa makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah swt adalah Air, argumentasi atau dalilnya adalah ayat al-Qur’an surat Hud ayat 7 yang berbunyi:

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَاۤءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ

Artinya: dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah ‘Arsynya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya…(Q.S. Hud [11] 7)

 

Ayat ini dipahami oleh para ulama bahwa sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, allah sudah bertahta di-Arsy-nya yang terletak diatas air. Jadi air sudah diciptakan lebih dahulu dari alam semesta ini. Kemudian pendapat ini juga dikuatkan oleh hadits nabi yang artinya: “Dialah Allah yang (pada waktu itu) tidak ada sesuatupun selain Dia, sedangkan ‘Arsy-Nya di atas air, lalu Dia menulis di dalam adz-Dzikir segala sesuatu (yang akan terjadi), lalu Dia menciptakan langit dan bumi”. (HR. Bukhari, no: 2953).

 

Hadits ini menyebutkan ketika Allah swt menuliskan taqdirnya, dia sudah bertahta di-Arsy-nya yang terletak diatas air. Arsy ini bisa dimaknai singgasana tuhan, akan tetapi kita tidak tau bentuknya seperti apa karena ini perkara ghoib hanya allah saja yang tau hakikatnya.

 

4. Pendapat keempat adalah Arsy

 

Pendapat ke-empat mengatakan bahwa makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah adalah 'Arsy/singgasana tuhan. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibn Abbas dalam kitab Biharul Anwar, dalam kitab tersebut disebutkan begini :

 أول ما خلق الله العرش فاستوى عليه

Artinya: “makhluk pertama yang Allah SWT ciptakan adalah 'Arsy di mana Allah SWT menetap di atasnya.”

 

Kemudian dari pendapat kedua yang mengatakan makhluk pertama yang diciptakan allah adalah pena, lalu pendapat ketiga yang mengatakan air dan pendapat keempat yang mengatak Arsy, ketiga pendapat ini dikompromikan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani didalam kitabnya Fathul Barri, beliau mengatakan makhluk yang pertama kali diciptakan oleh allah adalah Air, kemudian Arsy, lalu Pena. 

 

sedangkan hadits-hadits yang mengatakan bahwa makhluk yang pertama kali diciptakan adalah pena maksudnya adalah makhluk yang pertama kali diciptakan setelah adanya air dan arsyi.

 

C. kesimpulan

Selain keempat pendapat ini sebetulnya masih ada pendapat lain, namun tidak popular. Seperti ada ulama yang berpendapat bahwa makhluk yang pertama kali diciptakan Allah swt adalah Udara, pendapat lain mengatakan, makhluk pertama yang diciptaan Allah adalah akal.

 

Dari semua pendapat-pendapat yang telah disebutkan tadi, kita hanya bisa berkata wallau a’lam bis showab hanya Allah-lah yang tau hakikat kebenaran yang sesungguhnya.


 Waktu adalah ciptaan Tuhan

By On Rabu, Februari 01, 2023


Sebelumnya Abu Ja'far Ath-Thabari telah mengatakan, bahwa waktu adalah kata yang diungkapkan untuk menerangkan saat-saat malam dan siang. Dan saat-saat malam dan siang itu terjadi karena perputaran bulan, bumi, dan matahari, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran allah) bagi mereka adalah malam; kami tinggalkan siang dari malam itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredaranya.

 

Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah dia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah dia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya." (Qs.Yaasin [36]: 37-40)

 

Apabila waktu adalah kata yang diungkapkan untuk menerangkan saat siang dan malam, sedangkan siang dan malam terjadi akibat perputaran matahari dan bulan, sementara matahari dan bulan berada di semesta raya, dan semesta raya adalah ciptaan Allah, maka tentu harus diyakini bahwa waktu itu diciptakan, malam dan siang itu diciptakan, matahari dan bulan itu diciptakan, dan penciptanya adalah Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an, " yang artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya " (Qs. Al-Anbiyaa' [21]: 33).

 

Teori lain yang membuktikan bahwa siang dan malam itu diciptakan adalah, bahwa tidak ada hari kecuali sebelumnya ada hari kemarin dan setelahnya ada hari esok. Dan seperti diketahui bahwa apapun yang sebelumnya tidak ada lalu menjadi ada, maka hal itu merupakan hasil ciptaan, dan hasil ciptaan memiliki pencipta. Teori lainnya, yaitu bahwa malam dan hari itu dapat dihitung, dan setiap yang dapat dihitung pastilah tidak keluar dari dua kemungkinan, genap atau ganjil.

 

Apabila bilangan itu genap, maka angka awalnya adalah dua, dan apabila bilangan itu ganjil, maka angka awalnya adalah satu, dan angka awal merupakan bukti bahwa malam dan hari memiliki permulaan, dan apapun yang memiliki permulaan pastilah ada yang memulakannya, yaitu penciptanya.

 

Diantara dalil yang membuktikan bahwa waktu itu bersifat fana dan tidak abadi adalah firman Allah SWT, yang artinya: "Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." (Qs. Al-Rahmaan [55]: 26-27), juga firman Allah SWT, yang artinya" Tidak ada tuhan (yang  berhak disembah) selain Dia, segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. “(Qs. Al Qashash [28]: 88).

 

Apabila segala sesuatu pasti akan binasa kecuali Allah SWT, sementara siang dan malam, terang dan gelap diciptakan untuk kebaikan makhluk-Nya, maka dapat dipastikan bahwa itu semua juga fana dan pasti akan dibinasakan seperti yang lainnya, Hal itu terjadi ketika terjadinya hari kiamat. Pada intinya hamba Allah yang bertauhid pasti meyakini bahwa alam ini pasti akan dibinasakan termasuk waktu didalamnya, dan tidak tersisa selain Tuhan Yang Maha Berkuasa.

 

Di antara bukti bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dengan kuasanya sebelum adanya segala sesuatu adalah, bahwa fenomena apapun yang dapat dilihat di alam ini pasti memiliki materi atau berdiri atas materi, sementara materi itu pastilah sesuatu yang terjadi dari suatu penggabungan ataupun pemisahan, dan sesuatu yang dapat dipisahkan tentu saja berpotensi untuk berubah, sedangkan sesuatu yang digabungkan tentu saja berpotensi untuk dipisahkan lagi. Seperti diketahui, dua hal yang digabungkan adalah sesuatu yang tercipta hingga menjadi penggabungan, dan dua hal yang dipisahkan juga sesuatu yang tercipta sebelum terpisah.

 

Apabila segala sesuatu yang dapat dilihat di alam ini seperti itu, begitu juga jenis makhluk yang tidak terlihat, rnaka tentu saja ada penggabung yang menggabungkan dan pemisah yang memisahkan, yaitu pencipta yang tidak sama dengan makhluk-makhluk yang tercipta tersebut, pencipta yang tidak mungkin terpisah atau tergabung dari suatu materi, Dialah Allah Yang Maha Esa, Maha Kuasa, dan tidak ada yang menyerupaiya.

 

Dari penjelasan tersebut jelaslah kiranya bahwa pencipta segala sesuatu sudah ada sebelum adannya segala sesuatu yang diciptakan olehnya, karena tidak mungkin ada sesuatu yang diciptakan kecuali penciptanya sudah ada terlebih dahulu. Dan bahwasanya firman Allah SWT, yang artinya: "Maka tidakkah mereka memperhatikan bagaimana unta, diciptakan? dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan?' (Qs. Al- Ghasyiyah [88] :17-20), ini adalah hujjah bagi mereka yang mau berfikir dengan akalnya atas sifat dahulu yang dimiliki oleh sang pencipta dan sifat baru bagi semua makhluk.

 

Setiap ciptaan Allah yang disebutkan pada ayat di atas, dari unta, langit, gunung, sampai bumi, adalah anugerah bagi manusia, dan mereka diserahkan untuk memanfaatkannya, mengubahnya, mengaturnya, menggalinya, memahatya, ataupun meruntuhkannya, mereka diberikan hak penuh untuk mengurus sernua itu. Namun tentu saja manusia hanya mampu untuk mengurusnya saja, tidak mampu untuk menciptakan sedikitpun dari semua itu tanpa ada awalnya, dari tidak ada menjadi ada. Maka setelah itu dapat dipastikan bahwa siapapun yang tidak mampu menciptakan semua itu, dia tidak menciptakan dirinya sendiri ataupun sejenisnya, karena memang yang menciptakan dirinya dan juga sejenisnya ialah yang tidak terhalangi untuk melakukan apapun yang dikehendakinya dan tidak tercegah untuk menciptakan sesuatu yang ingin diciptakannya, Dialah Allah, Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

 

Bagaimana pendapat anda tentang orang yang berkeyakinan bahwa tuhan lebih dari satu

 

Jawab, Kami membantah itu, alasanya adalah karena akan menjadi rusaknya kesempurnaan dalam penciptaan dan tidak adanya kesinambungan dalam pengaturan. Maksudnya adalah apabila pengaturan dilakukan oleh dua tuhan, maka kemungkinan yang akan terjadi ada dua, yaitu sepakat atau tidak sepakat. Apabila sepakat, maka artinya hanya satu saja, karena angka dua hanya diangkat oleh mereka yang ingin menduakan tuhan. Apabila tidak sepakat, maka tidak mungkin penciptaan dilakukan dengan sempurna dan tidak mungkin pengaturan dilakukan secara berkesinambungan, karena keduanya selalu tidak sepakat, salah satunya melakukan hal yang kontradiktif dengan yang lainnya, misalnya salah satunya menghidupkan sedangkan yang lainnya langsung mematikan, salah satunya menciptakan sedangkan yang lainnya meniadakan, maka tidak mungkin ada makhluk yang tercipta dengan sempurna dan berkesinambungan.

 

Allah SWT berfirman, yang artinya: "Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki Arsy, dari apa yang mereka sifatkan." (Qs. Al Anbiyaa' [21]: 22) lalu firmanya yang lain " Allah tidak mempunyai anak, dan tidak ada tuhan (yang lain) bersamanya, (sekiranya tuhan banyak), maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, dialah Tuhan yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang tampak. Maha tinggi (Allah) dari apa yang  mereka persekutukan." (Qs. Al-Mu'minuun [23]: 91-92).

 

ini adalah hujjah paling kuat dan bukti paling nyata untuk membantah orang-orang yang syirik terhadap Allah, karena memang jika di langit dan bumi ada tuhan selain Allah, maka akan ada dua kemungkinan, sepakat atau tidak sepakat, jika sepakat maka terbatalkan pendapat yang mengatakan tuhan itu lebih dari satu, karena mustahil menyebut angka satu menjadi dua. Sedangkan jika tidak sepakat, maka pastilah bumi dan langit tidak akan utuh seperti saat ini, sebagaimana firman Allah tadi, "Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain allah, tentu keduanya telah binasa." Sebab apabila salah satunya menciptakan sesuatu maka yang lainnya akan membatalkannya, hal ini dikarenakan kontradiksi dari perbuatan dua hal yang tidak sepakat, seperti api yang memanaskan sesuatu dengan air yang memadamkannya.

 

Kebatilan pendapat yang mengatakan bahwa tuhan itu ada dua seperti dikatakan oleh orang-orang yang musrik juga dapat dibuktikan dengan dua kemungkinan lainnya, yaitu apakah kedua tuhan tersebut sama-sama kuat, atau sama-sama lemah. Apabila keduanya sama-sama lemah, maka tidak mungkin sesuatu yang lemah bisa dianggap sebagai tuhan. sedangkan apabila kedua-duanya sama kuat, maka mereka akan saling mengalahkan satu sama lain, dan salah satu yang terkalahkan tidak mungkin dianggap sebagai tuhan, karena tuhan tidak mungkin dapat dikalahkan. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah atas kemusyrikan mereka.

 

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa Tuhan Yang Maha Pencipta bersifat tunggal dan sudah ada sebelum apapun yang ada, dan Dia akan selalu ada setelah semuanya tidak ada, Dialah yang pertama ada sebelum adanya segala sesuatu dan tetap ada setelah segala sesuatu berakhir, Dia tidak terbatas oleh tempat dan waktu, tidak oleh malam dan tidak juga oleh siang, tidak oleh gelap dan tidak juga oleh terang, tidak oleh langit dan tidak juga oleh bumi, tidak oleh matahari dan tidak juga oleh bulan dan bintang.

 

Sedangkan segala sesuatu selainnya adalah makhluk yang dibentuk oleh Allah, diciptakan, dan diatur sedemikian rupa hingga berjalan sesuai kehendaknya. Hanya Allah yang menciptakan semuanya, tanpa ada sekutu, penolong, ataupun pembantu baginya, Maha Suci Allah Tuhan Yang Berkuasa dan Menguasai.

Apabila telah diketahui bahwa pencipta segala sesuatu telah ada sejak dahulu sebelum ada apapun selain-Nya, dan bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dan mengaturya, dan bahwa Dia telah menciptakan beberapa makhluk-Nya yang lain sebelum Dia menciptakan waktu, sebelum menciptakan matahari dan bulan yang diedarkan di tempat edarnya hingga dari keduanya kita dapat membedakan antara siang dan malam, dapat mengidentifikasi waktu, dan juga dapat membubuhkan penanggalan. Maka sekarang pertanyaannya adalah, makhluk apakah yang diciptakan Allah sebelum itu? Dan rnakhluk apakah yang diciptakan Allah pertama kali?...jawabanya ada pada tulisan selanjutnya…



baca juga tema terkait

UMUR UMAT ISLAM

By On Rabu, Januari 25, 2023



1. Definisi Waktu

Abu Ja'far Ath-Thabari berkata: Waktu adalah kata yang Diungkapkan untuk menerangkan saat-saat malam dan siang. Dan terkadang, waktu juga digunakan untuk masa yang lebih panjang ataupun masa yang lebih pendek, seperti ungkapan: aku pernah bertemu denganmu waktu Al Hajjaj menjadi pemimpin.

Maksudnya adalah'ketika' AI Hajjaj menjadi pemimpin. Atau seperti ungkapan: aku pernah bertemu denganmu waktu malapetaka itu terjadi. Maksudnya adalah 'kala' malapetaka itu terjadi. Atau juga seperti ungkapan aku pernah bertemu denganmu di waktu-waktu Al Hajjaj menjadi khalifah.

Kata waktu pada contoh ini menggunakan bentuk jamak, dan maksudnya adalah di 'saat-saat' Al Hajjaj menjadi raja, yakni satu saat disepanjang Al Hajjaj menjadi khalifah. Itu adalah devinisi sederhana mengenai waktu menurut Abu Ja'far Ath-Thabari. Setelah beliau mendevinisikan waktu kemudian beliau mengutip hadits-hadits nabi yang menjelaskan umur umat islam didalam kitabnya. Hadits-hadits tersebut sangat banyak maka saya pilihkan beberapa diantaranya yaitu :

2. Umur umat islam

Abu Ja'far Ath-Thabari berkata: Pendapat paling tepat mengenai hal ini adalah Pendapat yang sesuai dengan keterangan yang shahih dari hadits Rasulullah SAW yaitu hadits yang diriwayatkan kepada kami dari Muhammad bin Basysyar dan Ali bin Sahal, dari Muammal, dari Sufyan, dari Abdullah bin Dinar, dari ibnu Umar, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

أَجَلُكُمْ فِيْ أَجَلِ مَنْ كَانَ قَبْلُكُمْ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ

Artinya : Waktu tersisa yang diberikan kepada kalian (umat Nabi Mulnmmad) dari waktu yang sudah dilalui oleh orang-orang sebelum kalian (jika diumpamakan dangan satu hari penuh), adalah seperti waktu antara shalat ashar hingga matahari terbenam." Jadi menurut hadits ini, umur umat-umat terdahulu adalah mulai subuh sampai ashar, dan umur umat islam adalah tinggal sisanya yakni dari waktu ashar sampai maghrib setelah itu kiamat.

Selain hadits ini, ada banyak hadits-hadits lain yang juga kurang lebih serupa. Diantara adalah: Diriwayatkan kepada kami dari ibnu Humaid, dari Salamah, dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi, dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku pemah mendengar Nabi SAW bersabda:

أَلَا إِنَّمَا أَجَلُكُمْ فِيْ أَجَلِ مَنْ خَلَا مِنَ الْأُمَمِ كَمَا بَيْنَ الصَّلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ

Artinya : Sesungguhnya sisa waktu kalian dari waktu yang telah dilalui oleh umat-umat sebelum kalian tidak lain adalah seperti waktu antara shalat Ashar dengan matahari terbenam."

Kemudian dalam hadits lain juga sama yang kurang lebih artinya seperti ini: Diriwayatkan kepadaku dari Muhammad bin Auf, dari Abu Nu'aim, dari Syarik, dari Salamah bin kuhail, dari Mujahid, dari ibnu Umar, dia berkata:

Ketika kami tengah duduk-duduk di kediaman Nabi SAW setelah shalat Ashar, saat matahari sudah bergeser dari ketinggiannya, lalu Nabi SAW berkata kepada kami, " Umur dunia kalian dengan umur dunia orang-orang yang lebih dahulu dari kalian hanya seperti sisa akhir sore ini dibandingkan dangan seluruh siang."

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang serupa dengan yang telah disebutkan tadi. Dalam kesempatan lain nabi menggambarkan umur umat islam dengan dua buah jari, bukan dengan waktu sholat ashar. Bunyi hadits tersebut adalah seperti ini: Diriwayatkan kepada kami dari Abu Kuraib, dari Khalid, dari Sulaiman bin Bilal, dari Abu Hazim, dari Sahal bin Saad, dia berkata' Rasulullah SAW bersabda, " Jarak antara hari kiamat dengan saat aku diutus sebagai Rasul hanya seperti ini." Beliau menggabungkan dua jarinya, yakni jari tengah dan jari telunjuk.

Dalam riwayat lain redaksinya seperti ini Diriwayatkan kepadaku dari Ahmad bin Muhammad bin Hubaib, dari Abu Nashr, dari Al Mas'udi, dari Ismail bin Abu Khalid, dari asy-Sya'bi, dari Abu Jabirah, dia berkata Rasulullah SAW bersabda , " Jarak antara hari kiamat dengan saat aku diutus sebagai Rasul hanya seperti perbedaan dua jari ini sambil beliau memperlihatkan dua jarinya, jari telunjuk dan jari tengah seperti sisa lebih jari ini dibandingkan dengan jari ini"

Dan sebenarnya masih banyak hadits-hadits yang serupa dengan yang telah disebutkan diatas. Yang intinya umur umat islam sangat pendek jika dibandingkan dengan umur umat-umat sebelumnya. Dan juga hadits tersebut diucapkan nabi 1.400 tahun yang lalu. Artinya zaman kita sekarang mungkin sudah mau masuk waktu maghrib.

3. kesimpulan

Seperti yang kita ketahui bahwa jika sebutan siang dihitung mulai dari terbitnya fajar (sekitar jam 4 pagi) hingga matahari terbenam (sekitar jam 6 sore), maka riwayat-riwayat dari Nabi SAW itu menggambarkan bahwa umat islam hidup diakhir zaman yang sebentar lagi…..tibalah hari paling mengerikan, hari kiamat. Jika dikalkulasi maka perhitungan sederhananya seperti ini :

Satu riwayat disabdakan oleh nabi setelah selesai shalat ashar, beliau bersabda " Umur dunia kalian dari keseluruhan umurnya, tidak tersisa kecuali seperti sisa siangmu ini dari keseluruhan siang. lalu dalam riwayat lain beliau bersabda kepada para sahabatnya, " Jarak antara hari kiamat dengan saat aku diutus sebagai Rasul hanya seperti perbedaan dua jari ini." Yakni, perbedaan antara jari tengah dengan jari telunjuk,

Bila diperkirakan jarak antara selesainya shalat Ashar, seperti yang disebut pada hadits tadi yaitu sekitar jam 4 sore, karena waktu shalat Ashar itu adalah ketika bayangan suatu benda melebihi benda tersebut, maka waktu sholat ashar dimulai (sekitar jam 3 sore, dan selesai dilaksanakan sekitar jam 4 sore atau lebih), dibandingkan dengan keseluruhan siang adalah sepertujuhnya, lebih sedikit atau kurang sedikit.

begitu juga dengan jarak antara jari tengah dengan jari telunjuk, sisa yang lebih dari jari tengah dibandingkan dengan jari telunjuk tidak jauh atau hampir sama dari jumlah tersebut yaitu sepertujuhnya.



Sejarah singkat muculnya Aliran-Aliran dalam Islam

By On Minggu, Januari 08, 2023


Daftar isi

Daftar isi 1

Pendahuluan. 1

1. Jabariiyah. 2

2. Qodariyyah. 3

3. Mu’tazilah. 4

4. Syi’ah. 5

5. Khowarij 6

6. Murji’ah. 7

7. As’ariyah (Ahlussunnah wal jama’ah). 8

Penutup


Pendahuluan

Kalau sudah berbicara kekuasaan/politik, maka yang namanya manusia menjadi sangat mengerikan dan begitu kejam, lebih kejam dari binatang buas manapun yang pernah ada. Anak bunuh bapak, bapak bunuh anak, pembantaian, genosida, kelaparan, perang dimana-mana dan lain sebagainya. Semua cara digunakan tidak peduli halal atau haram asal mereka bisa berkuasa termasuk memanfaatkan agama.

tulisan ini akan sedikit menggambarkan bagaimana islam terpecah belah menjadi banyak aliran gara-gara konflik politik dan perebutan kekuasaan setelah nabi Muhammad saw wafat. Langsung saja kita simak pembahasanya.

1. Jabariiyah

Setelah Rasulullah wafat pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awal tahun 11 Hijriah atau 8 Juni tahun 632 Masehi, Umat islam bingung tentang siapa yang menjadi penerus nabi Muhammad saw, sebab semua anak-anak nabi yang laki-laki telah meninggal dunia terlebih dahulu, dan nabi sendiri belum sempat berwasiat tentang siapa yang akan menjadi penerusnya untuk memimpin umat islam setelah beliau meninggal.

Maksud penerus disini adalah sebagai kepala Negara, bukan sebagai nabi, karena pangkat kenabian sudah habis, sebab nabi Muhammad adalah nabi terakhir. Singkat cerita Setelah umat islam bermusyawarah diputuskanlah abu bakar yang menjadi penerus nabi memimpin umat islam kala itu, siapa abu bakar ini ? beliau adalah mertua nabi sendiri.

Abu bakar diangkat menjadi khalifah pertama umat islam setelah nabi wafat. khalifah artinya pengganti nabi. Beliau  memerintah selama 2 tahun, 3 bulan 10 hari. Kemudian setelah abu bakar meninggal lalu digantikan umar bin khattab, lalu digantikan utsman bin affan dan terakhir digantikan ali bin abi thalib sepupu nabi sendiri. Pada zaman khalifah ali bin abi thalib terjadi perebutan kekuasaan antara dirinya dengan sahabat muawiyah bin abi sofyan yang merupakan saudara khalifah sebelumnya yakni khalifah utsman bin affan dan kemudian terjadilah perang besar diantara keduanya yang dikenal dengan nama perng sifin.

setelah perang sifin antara sahabat muawiyah dan sahabat ali bin abi tholib dan dimenangkan oleh sahabat muawiyah, maka sahabat muawiyah berpidato di kota damaskus yang isinya kurang lebih begini : wahai umat islam apa yang terjadi antara saya dan ali adalah taqdir dari allah, maka barang siapa yang tidak menerima taqdir allah maka dia bukan orang islam. Setelah mu’awiyah berpidato seperti itu, Umat islam ketika itu hanya bisa  diam, tidak ada yang bisa menjawab, maka dari sinilah cikal bakal lahirnya aliran jabariiyah/fatalisme yang inti pemikirannya adalah semua yang terjadi didunia ini adalah taqdir allah, maka yang namanya pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, peperangan itu semua adalah taqdir allah dan kita sebagai manusia tidak bisa menghindar atau mengelak sedikitpun dari taqdir allah ini, karena kita manusia bagaikan bulu yang terbang tertiup angin kesana kemari pasrah akan taqdir allah swt. begitulah inti pemikiran aliran jabariyyah ini.

2. Qodariyyah

Setelah muawiyah berpidato seperti itu, ternyata ada yang berani menjawab, Yang berani jawab hanya satu orang yaitu anaknya sahabat ali bin abi tholib dari istri kedua. Jadi Sayidina ali bin abi tholib ketika siti Fatimah istri pertamanya wafat, beliau menikah lagi dengan wanita yang bernama haulah binti ja’far dari suku bani hanifah, kemudian dari pernikahan yang keduanya itu, beliau punya satu anak laki-laki yang bernama Muhammad bin al-hanafiyah. Muhammad bin al-hanafiyah kemudian membuka pengajian/majlis taklim dimasjid madinah, isi pengajianya kurang lebih begini :

لا قضى ولا قدر أفعل العباد من العباد

Artinya : tidak ada qodho dan tidak ada qodar perbuatan hamba dari hamba,

inti pemikiran beliau ini adalah tuhan tidak ikut campur sedikitpun terhadap perbuatan manusia. Jadi yang namanya baik buruk, sukses gagal, sehat sakit, kaya miskin, naik jatuh dan lai sebagainya, semuanya adalah akibat perbuatan kita sendiri, terus tuhan ngapain ? tuhan hanya jadi penonton doang, itulah inti pemikiran Muhammad bin al-hanafiyah ini. Menurut Muhammad bin al-hanafiyah kemenangan mu’awiyyah dan kekalahan ali bin abi thalib bukan taqdir allah, akan tetapi karena hasil atau akibat perbuatan mereka sendiri. Mu’awiyyah bisa menang karena dia licik dan dzolim, sedangkan bapaknya yakni ali bin abi thalib bisa kalah karena dia terlalu jujur dan polos. memang kalau orang terlalu jujur atau polos Biasanya memang sering dicurangi. 

Lalu Muhammad bin al hanafiyah punya dua murid yang ekstrim yang bernama Ma’bad al juhani dan Ghoilan ad dimasqi, mereka berdua menambahi omongan gurunya. Mereka berdua berkata seperti ini :

لا قضى ولا قدر أفعل العباد من العباد والأمر قنوف 

Artinya : tidak ada qodho dan tidak ada qodar perbuatan hamba dari hamba dan allah pun baru tau suatu kejadian setelah sesuatu itu terjadi. Jadi menurut pemikiran dua muridnya Muhammad al hanafiah ini, allah tidak tau apa-apa, tidak ikut campur urusan manusia dan baru tau sesuatu, setelah sesuatu itu terjadi. Contohnya seperti allah baru tau ternyata yang menang piala dunia 2022 di Qatar argentina, bukanya prancis setelah pengumuman, kurang lebih seperti itu inti pemikiran aliran ini. Contoh lain sekarang allah tidak tau siapa yang nanti akan jadi presiden Indonesia ditahun 2024, allah baru tau setelah nanti ada pengumuman dari kpu siapa yang menang dan jadi presiden. Begitulah kira-kitra pemikiran aliran ini. Aliran ini namanya adalah aliran qodariyyah, lawan dari aliran yang pertama tadi yakni lawan dari aliran jabariyah.

3. Mu’tazilah

Adalagi murid dari Muhammad bin al hanafiah yang pemikirannya modern, berbeda dengan dua muridnya yang ekstrim tadi. Murid ini bernama Washil bin Atha. Pemikiran beliau begini :

لا قضى ولا قدر أفعل العباد من العباد ولكن الله يعلم  

Artinya : tidak ada qodho dan tidak ada  qodar, perbuatan hamba dari hamba akan tetapi allah tau.

Aliran ini sebetulnya agak mirip dengan aliran sebelumnya yaitu qodariyah, karena memang gurunya juga sama yakni muhamma bin al hanafiah, inti pemikiran aliran ini menekankan tentang kebebasan manusia dalam memilih jalan hidupnya, atau kebebasan kehendak manusia. Cuma bedanya kalau aliran sebelumnya yakni qodariyah, kalau qodariyah menganggap allah tidak tau apa-apa, bahkan allah baru tau suatu kejadian setelah kejadian tersebut terjadi, sedangkan aliran ini menganggap allah sudah tau suatu kejadian jauh sebelum kejadian itu terjadi, Cuma allah tidak ikut campur.

Menurut aliran ini Allah tau semua hal didunia dan diakhirat, baik zaman dahulu, zaman sekarang, maupun zaman yang akan datang, Cuma allah tidak ikut campur urusan tersebut. Aliran ini namanya adalah aliran mu’tazilah.

4. Syi’ah

Setelah muawiyah bin abu sufyan menang dan ali bin abi thalb kalah dalam perang sifin, tidak lama setelah itu ali bin abu thalib terbunuh, maka para pengikut setia ali bin abi thalib mengadakan grakan bawah tanah untuk merongrong kekuasaan bani umayyah yang didirikan oleh muawiyah bin abi sufyan. Selain melakukan gerakan politik secara sembunyi-sembunyi, mereka juga mengembangkan system teologi mereka sendiri hingga menjadi aliran tersendiri.

Aliran ini kemudian dikenal dengan nama Syi’ah. Syi’ah artinya adalah pengikut, maksudnya pengikut setia ali bin abi thalib. Devinisi aliran syi’ah secara umum adalah

أتباع علي الذين يعتقدون بإمامتهم ناصا وتعيينا

Artinya : para Pengikut sahabat ali bin abi thalib yang berkeyakinan akan kepemimpinan Ali dan para keturunannya baik secara nash maupun ketentuanya.

Inti pemikiran aliran ini adalah mereka berkeyakinan bahwa yang seharusnya menggantikan posisi nabi Muhammad setelah meninggal dunia adalah sahabat Ali bin abi thalib, alasanya karena beliau adalah sepupu sekaligus menantu nabi yang dijuluki babul ilmi artinya pintunya ilmu pengetahuan. Kemudian juga Ali bin abi tholib adalah termasuk asabiqunal awwalun yakni orang-orang yang pertama memeluk islam, selain itu juga mereka meyakini dahulu sebelum nabi wafat, nabi sudah pernah berwasiat kepada para sahabatnya bahwa nanti setelah nabi meninggal, maka yang akan menggantikan posisiya adalah sahabat Ali bin abi thalib.

Kemudian aliran ini juga meyakini setelah ali meninggal dunia yang menggantikanya adalah keturunannnya. Urutannya yaitu : nabi meninggal lalu digantikan oleh Ali bin abi thalib, Ali meninggal lalu digantikan oleh hasan bin Ali, hasan bin Ali meningggal lalu digantikan oleh adiknya yaitu Husain bin Ali, Husain bin Ali meninggal lalu digantikan oleh Ali Zainal Abidin, Ali zainal Abidin meninggal lalu digantikan oleh muhammad al bakir, muhammad al bakir meninggal lalu digantikan oleh Ja’far shodiq, Ja’far shodiq meninggal lalu digantikan oleh Musa al kadzim, Musa al kadzim meninggal lalu digantikan oleh Muhammad ali ridho,  Muhammad ali ridho meninggal lalu digantikan oleh Muhammad al jawad, Muhammad al jawad meninggal lalu digantikan oleh Ali al hadi, Ali al hadi meninggal lalu digantikan oleh hasan ask’ari, hasan ask’ari meninggal lalu digantikan oleh imam Mahdi yang lahir disebuah gua bernama gua rodwa daerah samira dan sekarang sedang disembunyikan oleh allah yang nanti akan keluar diakhir zaman untuk membunuh dajjal.

Begitulah kurang lebih isi pemikiran aliran syi’ah ini yang dizaman modern sekarang  ini menjadi madzhab atau aliran resmi dinegara iran, Azerbaijan, sebagian irak, sebagian Lebanon, serta sebagian yaman.

5. Khowarij

Setelah sahabat Ali bin abi thalib kalah oleh muawiyah dalam diplomasi ketika perang sifin, ada sekelompok orang yang tidak puas terhadap kubu ali maupun kubu muawiyyah, sekelompok ini awalnya berada di kubu sahabat ali dan ikut bersamanya untuk memerangi Muawiyah yang dzolim itu, akan tetapi ditengah jalan kelompok ini memutuskan untuk keluar dari barisan Ali karena tidak puas denganya. Karena keluar dari barisan ali makanya kelompok ini disebut dengan nama khawarij artinya barisan yang keluar/memisahkan diri.

klompok ini membenci ali dan muawiyah sekaligus, karena beranggapan umat islam jadi tepecah belah gara-gara ali dan muawiyah berseteru. Kelompok ini karena mayoritas orang awam dan mualaf makanya mereka menafsirkan agama islam dengan seenaknya sendiri. Penafsiran mereka sangat ketat dan keras. Bagi mereka semua klompok islam adalah sesat kecuali golongan mereka sendiri. Perkataan mereka yang terkenal adalah ;

مرتكب الكبيرة كافر خالدين في النار

Artinya : setiap pelaku dosa besar adalah kafir dan selamanya masuk neraka.

Jadi menurut mereka Setiap orang islam yang bukan bagian dari klompok mereka  adalah pelaku dosa besar yang kafir yang boleh dibunuh yang masuk neraka dan seterusnya. Dizaman modern ini ada klompok yang sangat mirip dengan mereka yaitu isis dan klompok-klompok serupa.

6. Murji’ah

Setelah munculnya aliran khawarij yang sedikit-sedikit mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan mereka, lalu munculah aliran baru yang menjadi lawan dari aliran khawarij yang keras itu, aliran baru ini membebaskan segalanya, semua boleh asal masih beriman, kalau zaman sekarang mirip aliran liberal yang serba bebas. Aliran ini berkeyakinan seperti ini ;

لا يضر المعصية مع الإيمان  ولا ينفع العمل مع الكفر

Artinya ; Maksiat tidak akan membahayakan keimanan seseorang, sebaliknya amal seseorang tidak ada manfaatnya apabila disertai kekafiran.

Jadi inti pemikiran aliran ini silahkan kalian hidup sesukan kalian mau mabok, zina, korupsi, nipu dan lain-lain, itu semua tidak akan membahayakan kalian asal masih beriman kepada allah, karena yang terpenting adalah keimanan, amal tidak terlalu penting. Tapi sebaliknya jika ada seseorang yang baik, dermawan, suka membantu, sopan, adil, bijaksana dan lain sebagainya, akan tetapi orang tersebut kok kafir atau non muslim, maka semua amal-amal atau perbuatan baik tadi percuma saja karena endingnya akan masuk neraka, sebab dia tidak beriman.

7. As’ariyah (Ahlussunnah wal jama’ah)

Dari banyaknya aliran yang saling bertentangan diatas setelah nabi Muhammad wafat,  munculah orang-orang yang prihatin terhadap kondisi umat islam, mereka adalah para ulama yang umur mereka dihabiskan untuk menuntut ilmu dan beribadah, orang-orang ini memilih untuk mempelajari al-qur’an, al hadits, bahasa arab serta ilmu-ilmu lainya dari pada ikut konflik politik yang tidak ada ujungnya.

Dalam hal pemikiran, mereka  memilih jalan tengah. Jalan tengah yang dimaksud adalah tengah-tengah diantara paham jabariyah yang berkeyakinan semua hal yang terjadi didunia ini adalah taqdir allah dan paham qodariyah yang berkeyakinan bahwa semua hal didunia ini kita sendiri yang menentukanya allah tidak ikut campur sedikitpun.

Kemudian belakangan kita mengenal gerakan jalan tengah ini dengan nama aliran ahlusunnah wal jama’ah atau sunni yang menjadi madzhab atau aliran yang dianut oleh mayoritas umat islam diselurh dunia. Paham ini atau gerakan ini dipelopori oleh hasan bashri, lalu dikembangkan oleh imam-imam madzhab dan disempurnakan oleh imam hasan al-as’ari dan imam abu Mansur al-mathuridi.

Inti pemikiran aliran ini adalah ada yang namanya taqdir yang tidak bisa dirubah, lalu ada juga taqdir yang bisa dirubah. Taqdir yang tidak bisa dirubah adalah hal-hal yang diluar control manusia seperti detak jantung, denyut nadi, aliran darah, tumbuhnya rambut, kelahiran dan lain sebagainya. Itu semua adalah yang disebut taqdir yang mana manusia tidak dimintai pertanggung jawaban tentangnya. Lalu ada taqdir yang bisa dirubah yang diistilahkan dengan kasb. kasab (artinya usaha yang dilakukan oleh manusia secara sadar), maknanya yaitu hal-hal yang masih bisa dikontrol oleh manusia secara sadar seperti makan, minum, mandi, mencuci, belajar, bekerja berbuat baik, berbuat buruk, dan lain sebagainya. Itu semua adalah yang disebut kasab yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban oleh allah swt di akhirat kelak.

Penutup

Kemudian masing–masing dari golongan tadi juga terpecah belah lagi menjadi banyak golongan. Kalau dihitung secara keseluruhan maka aliran-aliran didalam islam jumlahnya sangat banyak sekitar 73 golongan sebagaimana yang ditulis didalam banyak riwayat. Salah satu riwayat tersebut berbunyi seperti ini :

قال النبي صلى الله عليه وسلم إفترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة والنصارى على اثنين وسبعين فرقة وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة. الناجية منها واحدة والباقون هلكى. قيل ومن الناجية قال أهل السنة والجماعة قيل وما أهل السنة والجماعة  قال ما أنا عليه وأصحابي

Artinya : nabi saw bersabda : “umat yahudi terpecah menjadi 71 golongan, umat nasrani menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, yang selamat dari 73 goongan itu hanya satu, sedang yang lainya celaka”. Ditanyakan kepada nabi “siapakah golongan yang selamat itu?”  beliau bersabda “ahlusnnah wal jama’ah” ditanyakan kepada nabi “siapakah ahlusnnah wal jama’ah itu” nabi bersabda “apa yang aku berada diatasnya saat ini dan para sahabatku”

Hadits ini disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Qoul Al-Musaddad fi Al-Dzahabi ‘An Minadi Ahmad, kemudian oleh asy-syahratsani dalam Al-Milal wa Al-Nihal, kemudian oleh Al-Ghozali dalam Ihya Ulumuddin. Itulah gambaran bagaimana agama menjadi rusak dan terpecah belah ketika ditunggangi oleh kepentingan politik. Semoga kita semua selamat dari  fitnah-fitnah para pemfitnah.